SEJARAH PABRIK GULA JATIWANGI

Pabrik gula Jatiwangi atau Suikerfabriek Djatiwangi berada di wilayah Jatiwangi. Pabrik gula peninggalan kolonial ini pada saat ini menyisakan sisa-sisa bangunan dan cerobong asap. Sebagian lahannya kini menjadi kawasan komersil dengan dibangun ruko-ruko.
Pabrik Gula Jatiwangi didirikan pada tahun 1848 oleh R Twiss. Pabrik gula peninggalan kolonial ini tidak hanya dibangun pabriknya saja, akan tetapi dibangun pula kompleks pemukiman bagi para administrator dan teknisi pabrik gula yang mayoritas merupakan non pribumi atau warga Belanda pada saat itu.
Tak hanya menyediakan rumah administrator, akan tetapi juga gedung hiburan bagai para pegawai dan kepala pabrik gula. Gedung hiburan itu bahkan dilengkapi fasilitas lapangan tenis.
Untuk mengangkut tebu dari perkebunan tebu yang tersebar di sekitar Jatiwangi, pabrik gula menggunakan kereta lori, jaringan kereta lori tebu pabrik gula Jatiwangi ini mencakup hingga Ligung di utara dan Balinda di barat.
Pabrik gula peninggalan kolonial ini ditutup pada awal tahun 2000-an. Lahan pabrik ini sempat terlantar dan menjadi kawasan yang dianggap angker hingga sebagian lahannya diratakan untuk pembangunan kawasan komersil.
Komentar
Posting Komentar